Jumat, 02 November 2012

Hermeneutika Menurut Schleiermacher



Pengertian Hermeneutika Menurut  Schleiermacher

Schleiermacher (1768-1834) merupakan salah satu dari sekian banyak tokoh hermeneutika yang banyak dikenal karena karya-karyanya bahkan Schleiermacher dikenal sebagai “Bapak Hermeneutika Modern” yang pertama kali berusaha membakukan hermeneutika sebagai satu metode umum interpretasi yang tidak hanya terbatas pada kitab suci dan sastra saja.[1] Nama lengkapnya adalah Friedrich Ernst Daniel Schleiermacher, dilahirkan di Breslau, Silesia, Prusia, Jerman pada tanggal 21 november 1768 dari keluarga yang sangat taat dalam agama Protestan. Dia adalah seorang filosuf dan teolog Jerman.

Menurut Schleiermacher ada dua tugas hermeneutik yang pada hakikatnya identik satu sama lain, yaitu interpreasi gramatikal dan interpretasi psikologis. Bahasa gramatikal merupakan syarat berpikir setiap orang. Sedangkan aspek psikologis interpretasi memungkinkan seorang menangkap setitik ”cahaya” pribadi penulis. Oleh karenanya untuk memahami pernyataan-pernyataan pembicara orang harus mampu memahami bahasanya sebaik memahami kejiwaannya. Semakin lengkap pemahaman seseorang atas suatu bahasa dan psikologi pengarang, akan semakin lengkap pula interpretasinya. Kompetensi linguistik dan kemampuan mengetahui seseorang akan menentukan keberhasilannya dalam bidang seni interpretasi. Schleiermacher mengemukakan ada beberapa taraf untuk melakukan interpretasi, yaitu sebagai berikut :

1.      taraf pertama ialah interpretasi dan pemahaman mekanis: pemahaman dan interpretasi dalam kehidupan kita sehari-hari, di jalan-jalan, bahkan di pasar, atau dimana saja orang berkumpul bersama untuk berbincang-bincang tentang topik umum.
2.      Taraf kedua ialah taraf ilmiah: dilakukan di universitas-universitas, dimana diharapkan adanya taraf pemahaman dan interpretasi yang lebih tinggi. Taraf kedua ini dasarnya adalah kekayaan pengalaman dan observasi.
3.      Taraf ketiga ialah taraf seni: dimana  tidak ada aturan yang mengikat atau membatasi imajinasi.

Hermeneutika yang Schleiermacher tawarkan adalah hermeneutika yang bersifat teoritis, dalam hal ini hermeneutika merupakan kajian penuntun bagi sebuah pemahaman yang akurat dan proporsional. Bagaimanakah pemahaman yang komprehensif itu ? itulah pertanyaan utama dari hermeneutika teori ini. Dengan asumsi awal bahwa perbedaan konteks mempengaruhi perbedaan pemahaman, maka hermeneutika dalam hal ini merekomendasikan pemahaman konteks sebagai salah satu aspek yang harus dipertimbangkan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif.[2]

[1] .Fahruddin Faiz, Hermeneutika Al-Quran. Hal.6
[2] . Fahruddin Faiz, Hermeneutika Al-Quran. Hal. 8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar